Jumat, 19 Oktober 2012

LAPORAN KKN: KLASIFIKASI BAHAN PUSTAKA DAN UPAYA PENGENALAN BIOTEKNOLOGI KONVENSIONAL SEDERHANA

KLASIFIKASI BAHAN PUSTAKA DAN UPAYA PENGENALAN BIOTEKNOLOGI KONVENSIONAL SEDERHANA








Diajukan Sebagai Laporan Individu
Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Kuliah Kerja Nyata (KKN)

 OLEH :
NAMA                          : DARMAWAN HANAFI
NIM                               : 082 201 0307
JURUSAN                    : PENDIDIKAN BIOLOGI
PROGRAM STUDI     : P-MIPA




UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH KUPANG
2011 






UCAPAN TERIMA KASIH



Pada kesempatan ini kami ingin menyampaikan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah membantu terlaksananya KKN-PPM Universitas Muhammadiyah Kupang Periode 2011/2012 dari awal sampai dengan selesainya. Ucapan terimakasih penulis sampaikan  kepada: 
1.      Lembaga universitas muhammadiyah kupang selaku yang telah memberi kesempatan kepada kami untuk melaksanakan program KKN-PPM  universitas muhammadiyah kupang 2011  ini.
  1. LPPPM yang telah memberikan pembekalan-pembekalan yang dijadikan panutan dan indicator bagi mahasiswa dalam mengaplikasikan pengetahuannya dilapangan.
  2. Bapak Syarifudin Drajat S.Sos dan bapak Marwan Gazali, M.PdI selaku Dosen Pembimbing Lapangan, terima kasih banyak atas segala masukan, kritik dan saran yang bapak berikan kepada kami.
  3. Bapak Mikael Jaur, SE. M.Si. selaku lurah Fontein dan bapak Fredy Mengi Uly, S.Sos selaku kekertaris lurah yang telah bersedia menerima kami dikelurahan Fontein dan senantiasa memberikan bimbingan dan arahan kepada kami dalam melaksanakan kegiatan KKN ini.
  4. Staf pemerintahan kelurahan Fontein yang senantiasa membantu kami dalam memberikan arahan dan bimbingan serta partisipasinya dalam pelaksanaan kegiatan ini.
6.      Teman-teman KKN kelompok yang telah bekerjasama dalam melaksanakan program ini dan atas segala tegur sapa yang hangat, senyum tulus di bibir dan canda tawa yang mengakrabkan, semoga tali persaudaraan ini tetap selalu terjaga sampai kapanpun.
Semua pihak yang telah ikut membantu kesuksesan kegiatan KKN – PPM Universitas Muhammadiyah Kupang 2011 yang tidak mungkin disebutkan satu persatu. Semoga segala amal kebaikan dan kerelaannya selama pelaksanaan program kegiatan KKN PPM Universitas Muhammadiyah Kupang 2010 mendapat pahala dari Allah SWT. Amin




 BAB  I
PENDAHULUAN


A.           Latar Belakang
Pengabdian pada masyarakat dalam kegiatan KKN tidak hanya mengacu pada kegiatan kelompok tetapi juga individu dimana setiap mahasiswa diharuskan untuk mengembangkan skill dan pengetahuannya berdasarkan basic masing-masing sesuai dengan program study yang ditekuninya kepada masyarakat. Salah satunya adalah Klasifikasi Bahan Pustaka pada Perpustakaan Kelurahan dan sosialisasi ke masyarakat tentang Bioteknologi Konvensional Sederhana.
Perpustakaan kelurahan memainkan peranan yang unik di dalam masyarakat. Sebagai suatu institusi netral, perpustakaan menyediakan sekaligus infomasi dan perbedaan pandangan di suatu tempat dimana warga masyarakat dapat mengetahuinya tanpa paksaan tentang berbagai isu mutakhir yang menjadi perhatian mereka. Peran yang sangat berharga dan penyediaan berbagai gagasan segar ini barangkali adalah merupakan suatu pelayanan terhebat kepada warga masyarakat yang diberikan oleh perpustakaan, yang tidak dapat dipenuhi oleh institusi jenis lainnya. Melalui perpustakaan, warga masyarakat dapat memberdayakan diri mereka sendiri dengan memperoleh berbagai infomasi yang sesuai dengan kebutuhan profesi dan bidang tugas masing-masing; yang pada akhirnya bermuara pada tumbuhnya warga masyarakat yang terinformasi dengan baik, berkualitas dan demokratis.
Dengan kata lain, perpustakaan umum kita mungkin tidak berhasil menarik perhatian warga masyarakat untuk mengunjunginya. Keadaan ini diperkirakan terutama disebabkan oleh lemahnya manajemen perpustakaan umum, dimana para pengelola perpustakaan tidak membuat dokumen perencanaan yang bersifat strategis dan tidak berupaya secara maksimal untuk mengangkat berbagai isu strategis yang berkaitan dengan pelayanan perpustakaan umum ke permukaaan sehingga menjadi perhatian publik dan para pengambil keputusan di tingkat lembaga induknya (Siregar, 2004).
Air merupakan kebutuhan pokok makhluk hidup dan air juga memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan bagi manusia, hewan maupun tumbuhan. Seluruh proses kimia dalam makhluk hidup memerlukan media air. Air digunakan sebagai berbagai keperluan sehari-hari, dalam rumah tangga, transportasi, pembangkit tenaga listrik, rekreasi, pertanian, dan perikanan.
Di Kota Kupang, khususnya penduduk pedesaan yang mengunakan air bersih baru mencapi 67,3%. Dari angka tersebut hanya 51,4% menyebabkan penyakit diare sebagai penyakit yang muncul akibat kekurangan air bersih dan bertambah banyak penderita demam berdarah yang di akibatkan nyamuk penular demam berdarah yaitu Aedes aegepty. Selain itu, kualitas air bersih juga semakin memperihatinkan. Hal  ini sangat di pengaruhi  oleh  kepadatan penduduk, tata ruang yang salah, dan meningkatnya eksploitasi sumber daya air. Kondisi ini di perparah dengan masih rendahya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan,sehinga  sumber-sumber air, seperti sungai, danau atau telaga, sebagai contoh sumber daya air yang rentang tercemar. Tentu saja keadaan ini sangat tidak menguntungkan bagi kesehatan masyarakat (Aliya, 2008).
Untuk mengatasi kekurangan air bersih dan menjaga kualitas air bersih di perlukan suatu alternatif yang mudah, murah, dan efisien, karena masyarakat cenderung lebih berminat dengan tekhnik yang mudah dijangkau. Salah satu alternatif yang dapat digunakan dalah pengunaan tepung biji kelor (Moringa oleifera).

B.            Identifikasi dan Perumusan Masalah
Berdasarkan hasil pengamatan selama ini dua bulan di kelurahan Fontein ditemukan beberapa masalah sebagai yang akan dijadikan program individu sebagai berikut :
1.             Belum di klasifikasikannya bahan pustaka yang ada pada perpustakaan kelurahan.
2.             Keadaan air di kelurahan Fontein yang banyak mengandung zat kapur sehingga perlu dilakukan sosialisasi bersama beberapa rekan untuk teknik penjernihan sederhana.

C.           Tujuan Dan Kegunaan
Adapun tujuan dan kegunaan KKN sebagai berikut:
1.             Bagi mahasiswa
a.              Memperluas pemahaman dan penghayatan Mahasiswa tentang penyelenggaraan pemerintah, kegiatan pembangunan dan pelayanan terhadap masyarakat
b.             Memupuk semangat pengabdian solidaritas/kesetiakawanan sosial terhadap masyarakat
c.              Menumbuhkan semangat mengabdian mahasiswa serta melatih mahasiswa untuk mengambil keputusan yang cepat dan tepat dalam mengatasi di Kelurahan Fontein
2.             Bagi Masyarakat
Sebagai suatu kesempatan untuk mempercepat hubungan dengan kelurahan dan mendapatkan ide-ide yang sifatnya membangun dari mahasiswa.
3.             Bagi Pemerintah
Pemerintah kelurahan Fontein  terbantu dengan keterlibatan mahasiswa KKN selama 39 hari dengan kegiatan di bidang pemerintahan, pembangunan dan pelayanan terhadap masyarakat.
Berdasarkan hasil identifikasi masalah maka dapat  dirumuskan sebuah masalah yaitu alternatif-alternatif apa yang bisa  diambil untuk dapat menjawab berbagai masalah yang teridentifikasi.

BAB II
KEADAAN UMUM LOKASI KKN


A.           Letak, Luas dan Jumlah Penduduk.
Kelurahan Fontein dibentuk berdasarkan peraturan daerah kota kupang Nomor 17 Tahun 2000 tanggal 04 Desember Tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Kecamatan dan Kelurahan.
a.             Luas dan Letak wilayah :
Luas wilayah kelurahan Fontein 52 Ha dengan bentang wilayah yang berbukit-bukit dan dialiri oleh aliran sungai dan bantaran sungai sehingga rawan terhadap bahaya longsor dan musim penghujan.
Secara  administrasi berdasarkan surat keputusan lurah Fontein nomor 33/SKEP/2007 tentang pembentukan badan pengurus rukun warga dan rukun tetanga dibagi menjadi 9 RW dan 27 RT. Penetapan letak batas wilayah administratif pemerintahan, dapat digambarkan sebagai berikut:
·                Sebelah timur berbatasan dengan kelurahan Oelete.
·                Sebelah barat berbatasan dengan kelurahan mantasi, kelurahan airmata dan kelurahan LLBK.
·                Sebelah utara berbatasan dengan kelurahan bonpoi dan kelurahan Merdeka.
·                Sebelah selatan berbatasan dengan kelurahan Air Nona dan kelurahan Mantasi.
b.             Jumlah penduduk
25% penduduk kelurahan Fontein adalah pendatang yang ingin melanjutkan study maupun berdagang. Sedangkan mata pencaharian penduduk kelurahan Fontein adalah TNI/POLRI, PNS, pegawai swasta, nelayan, dan pengusaha dan total keseluruhan penduduk sampai dengan bulan juli 2011 berjumlah 4987 jiwa dengan jumlah kepala keluarga sekitar 1173 KK.

B.            Sumber Daya Alam
Karena letak kelurahan Fontein ditengah kotamadya maka sumberdaya alam yang dimilikinya adalah menjadi salah satu pusat perekonomian. Dimana terdapat berbagai pusat perbelanjaan baik kecil, menengah dan besar. Disamping itu terdapat sejumlah bank serta terdapat rumah sakit dimana dengan adanya rumah sakit ini masyarakat kota kupang pada umumnya dan kelurahan Fontein pada khususnya sangat terbantu dalam hal pelayanan kesehatan. Selain itu terdapat beberapa tempat rekreasi berupa kolam permandian.
Letaknya yang strategis membuat kelurahan Fontein dilalui beberapa jalur utama jalan raya sehingga banyak tumbuh usaha-usaha kecil menengah yang mendorong perekonomian semakin maju.

C.           Sumber Daya Manusia
Secara umum, potensi sumber daya manusia di Kelurahan Fontein dapat diketahui melalui persebaran jumlah penduduk menurut tingkat pendidikan sebagai berikut:
Tabel 1.1
Jumlah Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan
No
Tingkat Pendidikan
Jumlah penduduk
Laki-laki
perempuan
Jumlah
1
Buta huruf
47
43
393
2
Belum Sekolah
185
207
420
3
TK
217
203
478
4
SD/MI
296
182
1025
5
SLTP/MTS
569
456
584
6
SLTA/MA
273
311
234
7
D3
122
112
146
8
S1
93
53
54
9
S2
28
26
41
10
S3
21
20
90
11
Lainnya
746
759
1552
Total
2612
2378
4987
sumber data: profil kelurahan Fontein, Juli  2011.
Selanjutnya disajikan dalam grafik sebagai berikut
Gambar 1.1 jumlah penduduk berdasarkan pendidikan
D.           Keadaan Perekonomian
Keadaan perekonomian dapat dilihat berdasarkan jumlah penduduk berdasarkan mata pencaharian disajikan dalam tabel sebagai berikut:
Tabel 1.2
Jumlah Penduduk Menurut mata pencaharian.
NO
MATA PENCAHARIAN
JUMLAH PENDUDUK
LAKI-LAKI
PEREMPUAN
JUMLAH
1
PNS
339
316
655
2
PEDAGANG WIRASWASTA
309
241
550
3
TNI
253
232
485
4
POLRI
103
23
126
5
GURU & DOSEN
51
51
102
7
MANTRI/BIDAN
16
12
28
8
PETANI/NELAYAN
32
23
55
9
PENGEMUDI
48
-
48
10
MONTIR/TUKANG SERVICE
38
-
38
11
PENSIUNAN PNS/POLRI/TNI
180
134
314
12
PENGUSAHA
40
30
70
13
LAIN-LAIN
427
301
728
14
BELUM BEKERJA
775
1013
1788
TOTAL
2612
2375
4987
sumber data: profil kelurahan Fontein, Juli  2011.
Selanjutnya disajikan dalam grafik sebagai berikut
Gambar 1.2 Jumlah Penduduk Menurut mata pencaharian.
      Berdasarkan table dan grafik diatas maka dapat dikatakan bahwa tingkat pengangguran dikelurahan Fontein masih sangat tingga yakni 36%. Hal ini disebabkan karena kelurahan Fontein berada ditengah kotamadya sehingga tingkat persaingan sangat tinggi lazimnya disemua kota besar lainnya. Hal ini disebabkan oleh arus urbanisasi dari desa ke kota sangat tinggi, sementara tuntutan dari dunia pekerjaan harus mempunyai skill dan daya dukung pendidikan yang memadai.
Berikut, fasilitas perekonomian dan kesehatan yang ada di Kelurahan Fonteindapat dilihat pada tabel 1.3.
Tabel 1.3
Fasilitas Perekonomian dan Kesehatan
NO
FASILITAS PEREKONOMIAN
JUMLAH
1
Supermarket/minimarket/swalayan
1
2
Toko
15
3
Kios
25
4
PT/CV/FA
12
5
Restaurant
2
6
Rumah makan/warung
12
NO
FASILITAS PELAYANAN JASA KESEHATAN
JUMLAH
1
Rumah sakit
1
2
Puskesmas pembantu
1
3
Praktik dokter
2
4
Apotek
2
5
Laboratorium klinik
1
NO
PESERTA KB AKTIF
JUMLAH
1
IUD
76
2
MOW
21
3
SUNTIKAN
136
4
PIL
80
5
KONDOM
3
6
IMPLANT
3
NO
FASILITAS PELAYANAN JASA LAINNYA
JUMLAH
1
Biro perjalanan
1
2
Hotel
1
3
Losmen/wisma
1
4
Asrama
1
5
Tempat kost
20
6
Lain-lain
11
sumber data: profil kelurahan Fontein, Juli  2011.

E.           Sosial Budaya
Penduduk kelurahan Fontein terdiri dari suku sabu, suku timor, suku flores, suku rote, suku bugis, suku jawa, suku Makassar, suku sumba, dan suku alor yang tersebar secar tidak merata di setiap RT dengan pemeluk agama terbesar adalah protestan, islam, katholik, hindu dan budha. Jumlah penduduk berdasarkan agama yang tersebar di Kelurahan Fontein, dapat dilihat pada tabel 1.4.
Tabel 1.4
Jumlah Penduduk Menurut Golongan  Agama
Golongan Agama
Jumlah
Kristen Protestan
3040
Katolik
860
Islam
753
Hindu
247
Budha
85
Lain-lain
-
Total
4987
sumber data: profil kelurahan Fontein, Juli  2011.
Data tentang sarana pendidikan, peribadatan, dan fasilitas olahraga disajikan dalam tabel sebagai berikut:
Tabel 1.5
Jumlah Sarana Pendidikan
No
Saran pendidikan
milik
Pemerintah
Swasta
1
TK
-
2
2
SD/MI
2
1
3
SLTP/MTS
-
1
4
SLTA/MA
-
1
5
PERGURUAN TINGGI
-
-
6
PENDIDIKAN INFORMAL
-
3
Jumlah
2
8
sumber data: profil kelurahan Fontein, Juli  2011.
Tabel 1.6
Jumlah Sarana Peribadatan, dan Fasilitas Olahraga
SARANA PERIBADATAN & FASILITAS OLAHRAGA
JUMLAH
Gereja protestan
-
Gereja katholik
-
masjid
1
pura
-
wihara
-
Lapangan volly
3
Lapangan tenis lantai
1


F.           Pemerintahan/Kelembagaan
Kelurahan Fontein mempunyai strukturisasi pemerintahan yang jelas. Terdapat tata kerja pemerintah kelurahan yang terdiri atas kepala kelurahan dan stafnyaberikut adalah gambar struktur pemerintahan kelurahan Fontein.
STRUKTUR PEMERINTAHAN KELURAHAN FONTEIN





Gambar 1.2 Struktur Pemerintahan Kelurahan Fontein
Selain itu, terdapat organisasi pengurusan Program Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang diketuai oleh isteri dari Kepala Lurah SendiriDan juga organisasi lembaga pemberdayaan masyarakat. Terdapat pula kepengurusan sosial  Kemasyarakatan seperti; RT/RW, dan Kelompok Sosial Lainnya. Berikut adalah table susunan pengurus RT/RW.





Tabel 1.7

Data perangkat RT/RW
NO
NAMA PENGURUS
JABATAN
1
B. Lika
Ketua RW I
2
Selly Lenggu
Ketua RT 01
3
Z. Penlaana
Ketua RT 02
4
I.        Ketut Shindu Arkajaya
Ketua RT 03
5
Thomas Gewe
Ketua RW II
6
David Sutejo
Ketua RT 04
7
Maksi Gana
Ketua RT 05
8
Ny. B. Bora-Radja
Ketua RT 06
9
Drs. A. Makarim
Ketua RW III
10
S.G.P. Kotadia
Ketua RT 07
11
Alex Ratu Uly
Ketua RT 08
12
Emi Lino
Ketua RT 09
13
Anderias lewo
Ketua RW IV
14
Jacob kale
Ketua RT 10
15
Julianus w. Talo
Ketua RT 11
16
Mintje Mandolang
Ketua RT 12
17
Habel Rohi Mone
Ketua RW V
18
Dominggus Ludji
Ketua RT 13
19
Andreas Gae Lomi
Ketua RT 14
20
Paulus Kodji
Ketua RW VI
21
Adelfina Rihi Leo
Ketua RT 15
22
Wilem Rotu Ludji
Ketua RT 16
23
Siprianus D. Dino
Ketua RT 17
24
D.H.J. Welkis
Ketua RW VII
25
Jhon Lodo Hera
Ketua RT 18
26
Nikodemus Laga Riwu
Ketua RT 19
27
Frederikus Diaz
Ketua RT 20
28
Drs. H. Moh. Djafar
Ketua RW VIII
29
Dominggus Uly
Ketua RT 21
30
Oscar Lado
Ketua RT 22
31
Elisabeth Maramis
Ketua RT 23
32
Burhan Harun
Ketua RT 24
33
Ny. G. bereloy-T
Ketua RW IX
34
Yoel Muloko
Ketua RT 25
35
Mardonand J. Nyola
Ketua RT 26
36
Fadjar T.H. Mone Mira
Ketua RT 27
37
Ny. Maria A. I. Jaur
Ketua TP PKK Kel. Fontein
38
Mardonand J. Nyola
Ketua LPM Kel. Fontein

BAB III
PELAKSANAAN KEGIATAN


A.           Identifikasi Masalah
Berdasarkan hasil survei dimasyarakat maka masalah-masalah yang berada di Kelurahan Fontein dapat diidentifikasi dan dipetakan sebagai berikut.
1.             Masalah Fisik  (sarana dan prasarana)
Masih belum di klasifikasikan bahan pustaka pada perpustakaan kelurahan fontein sehinggaperlu adanya upaya pengklasifikasian buku dalam bentuk katalogisasi menurut system DEC ().
2.             Non Fisik
Keadaan air di kelurahan Fontein yang banyak mengandung zat kapur sehingga perlu dilakukan sosialisasi bersama beberapa rekan untuk teknik penjernihan sederhana yang murah dan mudah didapatkan.

B.            Pemilihan Permasalahan.
Setelah masalah teridentifikasi, permasalahan yang diprioritaskan untuk dijadikan program kerja individu adalah seperti dalam table prioritas pemilihan masalah:
Tabel 1.8
Prioritas Pemilihan Masalah
No.
Permasalahan
Alasan Pemilihan Permasalahan
1.
Pemberdayaan perpustakaan kelurahan
Masih belum di klasifikasikan bahan pustaka pada perpustakaan kelurahan fontein sehinggaperlu adanya upaya pengklasifikasian buku dalam bentuk katalogisasi menurut system DEC (). Dengan adanya system DEC maka akan memudahkan pembaca maupun petugas dalam mencari buku-buku berdasarkan katalog
3.
Sosialisasi teknik penjernihan air sederhana
Kondisi kandungan aior di kota kupang pada umumnya dan kelurahan fontein pada khususnya yang banyak mengandung zat kapur sehingga perlu adanya pengenalan ke masyarakat tentang teknik penjernihan air sederhana dengan biji kelor.
C.           Pembuatan Rencana Program
Rencana program kerja berdasarkan permasalahan yang telah dipilih, di tulis pada Tabel 1.9.
Tabel 1.9
Rencana Program Individu KKN PPM UNMUH Kupang 2011
di Kelurahan Fontein
No.
Nama Program
Bahan
Volume
Sumber Dana
1.
Klasifikasi Bahan Pustaka
kertas
1 Rim
Swadaya
2.
Sosialisasi teknik penjernihan air sederhana.
brosur
20 lembar
Swadaya

D.           Pelaksanaan Program
1.             Klasifikasi dan Katalogisasi bahan pustaka
a.             Deskripsi singkat
Dalam bidang perpustakaan pengertian klasifikasi adalah penyusunan sistematis terhadap buku dan bahan pustaka lain, atau katalog, atau entri indeks berdasarkan subyek, dalam cara yang berguna bagi mereka yang membaca atau mencari informasi (Basuki, 1991). Dari pengertian ini klasifikasi mempunyai fungsi yaitu: sebagai tata penyusunan buku di jajaran rak, serta sebagai sarana penyusunan entri bibliografis pada katalog, bibliografi dan indeks dalam tata susunan yang sistematis.
Sebagai sarana penyusunan buku di jajaran (Rak), klasifikasi mempunyai dua keuntungan, yaitu membantu pemakai jasa perpustakaan mengidentifikasi dan melokalisasi bahan pustaka berdasarkan nomor panggil dokumen, dan mengelompokkan bahan pustaka sejenis menjadi satu jajaran atau berdekatan.
Dua keuntungan tersebut sangat dimungkinkan karena dalam penentuan klas, pendekatan yang digunakan adalah pendekatan subyek atau cakupan bidang ilmu dari suatu bahan pustaka. Tujuan klasifikasi adalah untuk mengorganisasikan bahan pustaka dengan system tertentu sehingga mudah diketemukan dan dikembalikan pada tempat penyimpanan. Adapun tujuan tersebut dapat dirinci sebagai berikut (Subrata, 2009):
1)             menghasilkan urutan yang berguna tujuan utama klasifikasi adalah menghasilkan urutan atau susunan bahan pustaka yang berguna bagi staf perpustakaan maupun bagi pemakai perpustakaan
2)             penempatan yang tepat Bila bahan pustaka diperlukan pemakai, pustaka yang diinginkan mudah diketemukan serta mudah dikembalikan oleh petugas ke tempat yang pasti sesuai dengan system klasifikasi yang digunakan.
3)             penyusunan mekanis Bahan pustaka baru mudah disisipkan di antara bahan pustaka yang sudah dimiliki. Demikian pula penarikan bahan pustaka (karena dipinjam) tidak akan mengganggu susunan bahan pustaka di jajaran.
b.             Prosedur Pelaksanaan program
Program Pemberdayaan perpustakaan kelurahan klasifikasi bahan pustaka dilakukan dengan menyusun sebuah buku induk yang memuat seluruh komponen catalog sesuai system DEC. adapun isi buku induk adalah No Urut, No Induk, Pengarang, Judul BukuEdisi, Tempat/Penerbit, Tahun Terbit, Dan No Panggil (format buku induk terlampir). Proses entri data kedalam buku induk memakan waktu 4 hari mulai dari tanggal … sampai … September 2011 karena volume judul buku hamper mencapai 600 judul.
Langkah kedua setelah pembuatan buku induk adalah penyusunan buku buku berdasarkan klasifikasi DEC serta ditempel tanda pengenal pada setiap rak buku dengan tujuan agar pembaca langsung menemukan buku yang dicari dengan melihat papan nama. Lemari perpustakaan terdiri dari 3 rak dengan 2 pintu sehingga total rak berjumlah 6 buah. Setiap rak ditempel 2-3 papan nama sesuai kategori buku. Penyusunan ini memakan waktu 2 hari sehingga total pelaksanaan program ini adalah 6 hari.
Respon pemerintahan kelurahan cukup baik karena dengan adanya penambahan program klasifikasi bahan pustaka ini. Menurut mereka dengan adanya buku induk serta penyusunan buka berdasarkan kategori ini pembaca lebih mudah dalam mencari buku serta petugas juga lebih mudah dalam mengkoordinir jumlah buku, peminjam dsb.

2.             Sosialisasi Teknik Penjernihan Air Sederhana Dengan Biji Kelor
a.             Deskripsi singkat
Air merupakan pelarut yang baik. Hal ini menyebabkan air di alam tidak di jumpai dalam keadaan murni. Air di alam juga mengandung berbagai mikroorganisme. Apabila kandungan yang terdapat dalam air tidak mengangu kesehatan manusia, maka air tersebut dapat diangap bersih. Air merupakan salah satu kebutuhan pokok makhluk hidup, dan Air juga memegang peranan penting dalam kehidupan baik bagi manusia, hewan maupun tumbuhan. Seluruh proses kimia di dalam tubuh makhluk hidup berlangsung dengan mengunakan media air. Air di gunakan untuk berbagai keperluan seperti untuk kegiatan sehari-hari dalam rumah tangga, transportasi, pembangkit tenaga listrik, rekreasi, pertanian, dan perikanan (Sarudji, 2006).
Pada dasarnya air bersih harus memenuhi syarat kualitas yang meliputi syarat fisika, kimia, biologi, dan radioaktif tidak berbau. Syarat kimia air bersih yaitu air tidak mengandung zat-zat kimia yang membahayakan kesehatan manusia. Syarat biologi air yaitu air tidak mengandung mikroorganisme atau kuman-kuman penyakit. Sedangkan syarat radioaktif yaitu air tidak mengandung unsur radioaktif yang dapat membahayakan kesehatan. Setiap rumah tangga harus memiliki persedian air bersih dalam jumlah cukup, meskipun kebutuhan air bersih setiap rumah tangga berbeda-beda. Di daerah yang padat penduduknya, kebutuhan air bersih tentu saja semakin banyak. Kebutuhan air bersih yang berasal dari jenis sarana yang dianggap memenuhi persyaratan antara lain melalui sistem perpipahan, mata air terlindung, sumur terlindung, dan air hujan terlindung (Soeparman, 1986).
Tanpa air sulit dibayangkan adanya kelestarian kehidupan. Oleh karena itu usaha menjaga dan menjamin ketersedian air dalam arti luas baik dalam hal kuantitas maupun kualitas (mutu) merupakan usaha yang sangat penting. Berkaitan dengan hal tersebut maka segala bentuk usaha yang bersifat terpadu dan berpotensial menimbulkan pencemaran perlu mendapat perhatian yang serius, Misalnya industri-industri yang berpotensi menghasilkan limbah seperti industri kosmetik, logam, cat harus memenuhi persyaratan AMDAL diantaranya analisis pemberian pakan untuk perikanan dalam air deras atau karamba harus sesuai takaran (Therik, 2009).
Usaha mengatasi bahaya pencemaran air dapat pula dilakukan dengan mengunakan tumbuh-tumbuhan. Tumbuhan yang diketahui mampu membantu penanggulangan pencemaran yaitu biji kelor (Moringa oleifera) masuk dalam family Moringaceae, diketahui biji kelor dengan tekhnik penyaringan yang sederhana dapat menjernihkan air yang berkeruh sehingga dapat memperoleh air yang bersih untuk dapat di gunakan sebagai keperluan hidup sehari-hari (Therik, 2009).
b.             Prosedur Pelaksanaan program
Berdasarkan uraian diatas maka kami mencoba untuk melakukan panduan langsung ke beberapa warga pada RT 25 RW 8 kelurahan Fontein. Panduan yang dilakukan adalah panduan teknik penjernihan air sederhana dengan biji kelor (format panduan terlampir).
Program ini dilaksanakan selama dua hari mulai tanggal 26 sampi 27 November 2011. Berdasarkan hasil kerja dilapangan respon masyarakat sangat antusias dengan adanya sosialisasi seperti ini. Keluhan masyarakat terutama mengenai perlengkapan memasak air yang sering timbul endapan kapur sehingga sosialisasi seperti ini menjadi solusi yang tepat mengingat caranya mudah dan bahan baku yang mudah di dapat dan murah.

E.            Pencapaian Pelaksanaan Program
Realisasi pencapaian pelaksanaan program, dapat ditampilkan dalam tabel 2.1 berikut:
Tabel 2.1
Realisasi Pelaksanaan Program
No.
Bidang/ Sektor
Nama Program
Alokasi
Waktu
Sasaran
Hasil yang dicapai
(%)
Keterangan
1.
Prasarana fisik/ perpustakaan
Klasifikasi bahan pustaka
6 hari
Perpustakaan Kantor kelurahan Fontein
100
Berhasil dengan baik.
2.
Pemberdayaan masyarakat/ teknologi sederhana
Sosialisasi Teknik Penjernihan Air Sederhana Dengan Biji Kelor
2 Hari
Warga masyarakat
100
Berhasil dengan baik.

F.            Respon Masyarakat dan aparatur kelurahan Fontein
Sebagai reaksi atas aksi, respon yang diberikan oleh pemerintahan dan masyarakat Kelurahan Fontein terhadap pelaksanaan program individu ini beragam, namun pada dasarnya semua bentuk respon adalah positif. Berikut akan disajikan beberapa bentuk respon masyarakat yang ditujukan untuk beberapa program kegiatan ,
·                Terkait pelaksanaan program klasifikasi bahan pustaka aparatur kelurahan Fontein memberikan respon yang positif. Menurut mereka program ini sejalan akan membantu memudahkan pembaca dalam mencari buku serta pihak aparat akan mudah dalam mengontrol jumlah buku, para peminjam dsb.
·                Terkait pelaksanaan program Sosialisasi Teknik Penjernihan Air Sederhana Dengan Biji Kelor, masyarakat sangat antusias dengan adanya teknik penjernihan yang sederhana ini. Dengan adanya sosialisasi seperti ini masyarakat sangat terbantu sehingga bisa di minimalisir penyakit yang timbul akibat zat kapur yangmengendap di dalam tubuh, selain itu peralatan memasak mereka juga terhindar dari endapan kapur ketika memasak.

G.           Tantangan dan Hambatan
Tantangan dan hambatan yang ditemui selama pelaksanaan kegiatan ,dan  solusi yang telah ditempuh guna menyelesaikan persoalan tersebut diuraikan di bawah ini.
1.             Tantangan
Ø   Luasnya wilayah kelurahan dan sempitnya waktu KKN menjadikan tantangan dalam pemilihan masalah yang selanjutnya di tuangkan dalam program kerja. Ini ditemui pada pelaksanaan program kerja Sosialisasi Teknik Penjernihan Air Sederhana Dengan Biji Kelor.
2.             Hambatan
Ø   Dana yang relatif minim untuk membiayai seluruh paket program individu yang dijalankan. Swadaya individu tidak mampu menyokong secara penuh kebutuhan belanja program dan belanja konsumsi selama berada di loksai kegiatan.

H.           Masalah-masalah yang belum terselesaikan dan kemungkinan pengembangannya (Rekomendasi)
1.             Dari bidang Pemberdayaan masyarakat/ teknologi sederhana, pada masyarakat luas yang belum mengetahui/ kurang informasi seperti ini. Sehingga kedepannya diharapkan kepada pihak pemerintahan kelurahan agar bekerjasama dengan dinas-dinas terkait seperti dinas kesehatan, dan PDAM untuk mensosialisasikan teknologi-teknologi sederhana dan murah seperti ini agar bisa diketahui oleh masyarakat.

BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN


A.           Kesimpulan
Berdasarkan uraian mengenai hasil kegiatan individu KKN seperti yang telah di sampaikan pada bab-bab sebelumnya yang mana dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
1.             Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat ( KKN  PPM ) yang berlokasi di Kelurahan Fontein Kecamatan Kota Raja, telah di laksanakan ± 2 ( dua ) bulan terhitung sejak tanggal 01 Agustus s/d 27 September 2011. Khususnya program individu telah dilaksanakan pada tanggal 26-27 september 2011.
2.             Kendala yang berupa tantangan pada saat KKN dapat diantisipasi dengan baik, demi suksesnya berbagai kegiatan yang telah direncanakan dalam program kerja maupun yang tidak direncanakan.

B.            Saran
Pada kesempatan ini kami juga ingin menyampaikan beberapa saran yang kiranya berguna bagi lembaga Perguruan Tinggi / Universitas, pihak kelurahan maupun bagi kepentingan masyarakat.
1.             Bagi lembaga Perguruan Tinggi / Universitas dan Mahasiswa KKN
·                Waktu untuk KKN sebaiknya ditambah agar pelaksanaan program kerja berlangsung dengan efektif.
2.             Bagi pihak Kelurahan Fontein.
·                Kedepannya diharapkan kepada pihak pemerintahan kelurahan agar bekerjasama dengan dinas-dinas terkait seperti dinas kesehatan, dan PDAM untuk mensosialisasikan teknologi-teknologi sederhana dan murah seperti penjernihan air dengan biji kelor agar bisa diketahui oleh masyarakat. 
3.             Bagi masyarakat setempat
·                Mengupayakan teknologi-teknologi sederhana dan murah untuk menunjang kehidupan sehari-hari agar bisa mengatasi masalah-masalah yang kerap dihadapi.
·                Sesering mungkin ke perpustakaan kelurahan untuk menggali pengetahuan-pengetahuan lewat buku-buku di perpustakaan kelurahan.


DAFTAR PUSTAKA



Aliya, D. R. 2006. Mengenal Teknik Penjernian Air. Aneka Ilmu. Semarang.

Berkas Kelurahan. 2011. Laporan bulanan kelurahan Fontein bulan juli 2011.

Sarudji, D., 2006. Kesehatan Lingkungan. Media Ilmu.  Surabaya.

Siregar, A. Ridwan. 2004. Peran Perpustakaan Umum Dalam Pemberdayaan Masyarakat. Papper. Program Studi Perpustakaan dan Informasi Universitas Sumatera Utara. Medan

Soeparman, 1986. Tinjauan Standar Kualitas Air Minum dan Latar Belakang Alasan Penetapannya. LIPI.  Poewokerto.

Sulistyo, Basuki. 1991. Pengantar Ilmu Perpustakaan. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Subrata, Gatot. 2009. Klasifikasi Bahan Pustaka. Artikel ilmiah. Pustakawan Perpustakaan UNM. Malang.

Therik, J. 2009. Budidaya Tanaman Kelor. CV. Wijaya Perkasa. Malang.

TIM LPPPM. 2011. Panduan Kuliah Kerja Nyata. Universitas Muhammadiyah Kupang. Kupang.




LAMPIRAN 1
FORMAT BUKU INDUK PERPUSTAKAAN KELURAHAN FONTEIN TAHUN 2011
LAMPIRAN 2
RENCANA KERJA MAHASISWA KULIAH KERJA NYATA (KKN) UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH KUPANG TAHUN 2011 KELURAHAN FONTEIN KECAMATAN KOTARAJA-WALIKOTA KUPANG
LAMPIRAN 3
JADWAL KEGIATAN SEHARI-HARI MAHASISWA KULIAH KERJA NYATA (KKN) UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH KUPANG TAHUN 2011 KELURAHAN FONTEIN KECAMATAN KOTARAJA-WALIKOTA KUPANG
LAMPIRAN 4
TEKNIK PENJERNIHAN AIR DENGAN BIJI KELOR
LAMPIRAN 5
LAPORAN KEUANGAN BULAN AGUSTUS DAN SEPTEMBER TAHUN 2011 MAHASISWA KKN-PPM KELURAHAN FONTEIN KECAMATAN KOTA RAJA

maaf jika terjadi ada pengutipan pada isi makalah tanpa/lupa mencantumkan referensi. tulisan ini dibuat sewaktu masih kuliah dan diposting untuk menambah pengetahuan kita semua, semoga bermanfaat

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar