Kamis, 01 November 2012

KANKER PAYUDARA


KANKER PAYUDARA


MAKALAH

Untuk Memenuhi Tugas
Mata Kuliah Seminar Biologi

OLEH

DARMAWAN HANAFI
082 201 0307








PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMADIYAH KUPANG
KUPANG
2011


KATA PENGANTAR




Rasa syukur yang dalam kami sampaikan ke hadiran Allah SWT yang maha kuasa,  karena berkat kemurahanNya makalah ini dapat kami selesaikan sesuai yang diharapkan.Dalam makalah ini kami membahas kanker payudara. suatu latihan bagi mahasiswa untuk mempersiapkan tugas akhir.

Makalah ini dibuat dalam rangka memperdalam  pemahaman masalah tentang apa itu apa itu kanker payudara dan bagaimana upaya untuk mencegahnya. sekaligus melakukan apa yang menjadi tugas  mahasiswa  yang mengikuti mata kuliah “Seminar Biologi”
Bersama ini penulis mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada dosen yang mengasuh yang mengikuti mata kuliah seminar biologi dan dosen mata kuliah teknik penulisan karya ilmiah yang telah memberikan pengetahuan tentang sistimatika penulisan karya ilmiah serta teman-teman dan berbagai pihak yang telah membantu hingga selesainya penulisan makalah ini.
Akhirnya penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca dan khususnya bagi penulis sendiri. Saran dan kritik yang membangaun untuk kesempurnaan penulisan ini sangat kami harapkan.
                                                                                      

                                                                            Kupang, April 2011
                                                                            

Penulis


ABSTRAK

Hanafi, Darmawan. 2011. Kanker payudara. Makalah Program Studi Pendidikan Biologi Jurusan Pendidikan MIPA FKIP Universitas Muhammadiyah Kupang

Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui apa itu penyakit kanker, bagaimana gejala-gejalanya dan cara pencegahan serta pengobatannya.
kanker merupakan sebuah penyakit akibat pembelahan sel yang tidak terkendali sehingga mengganggu organ pada tempat tumbuhnya sel tersebut. Sedangkan kanker payudara adalah tumor ganas yang menyerang pada daerah payudara. Yakni pada kelenjar-kelenjar saluran maupun jaringan pada payudara.
Dari studi literatur disimpulkan bahwa Penyebab kanker payudara termasuk multifaktorial yaitu banyak faktor yang terkait satu dengan yang lainnya. Diantaranya adalah faktor Usia, Jenis Kelamin, Riwayat Reproduksi, Riwayat Kanker Individu, Riwayat Kanker Keluarga, Menstruasi cepat dan Menopause lambat, Pajanan Radiasi, dan Obesitas dan Konsumsi makanan lemak tinggi.
Adapun pencegahan penyakit kanker payudara menurut yakni terdiri dari pencegahan primer, sekunder dan tersier.Sedangkan Pengobatannya adalah dengan Pembedahan, Terapi radiasi, Terapi Sistemik, dan Kemoterapi

Kata kunci : Kanker, Kanker Payudara, mammae, susu.


DAFTAR ISI

Halaman
KATA PENGANTAR..................................................................................... i
ABSTRAK ......................................................................................................  ii
DAFTAR ISI.................................................................................................... iii

BAB. I  PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang ............................................................................  1
B.     Rumusan Masalah .......................................................................  3
C.     Batasan Masalah.......................................................................... 3
D.    Tujuan Penulisan .........................................................................  3
E.     Manfaat Penulisan........................................................................ 3

BAB. II PEMBAHASAN
A.     Tinjauan Umum Kanker............................................................... 4
B.     Tinjauan Umum Kanker Payudara............................................... 6
1.      Anatomi Payudara Normal.................................................... 6
2.      Defenisi Kanker Payudara..................................................... 8
3.      Penyebab Kanker Payudara................................................... 8
4.      Gejala Kanker Payudara........................................................ 10
5.      Pencegahan dan Pengobatan Kanker Payudara..................... 11

BAB III. PENUTUP
A.     Kesimpulan................................................................................. 15
B.     Saran............................................................................................ 15

DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN


A.          Latar Belakang
Sampai detik ini penyakit kanker menjadi ancaman kehidupan manusia di dunia, sedangkan obat spesifik untuk menghentikan perkembangan sel kanker belum juga ditemukan. Kanker termasuk penyakit yang sangat ditakuti karena sulit disembuhkan, bahkan tidak jarang menyebabkan kematian.
Secara sederhana, kanker berarti pertumbuhan sel-sel tubuh yang tidak terkendali atau abnormal. Hingga kini penyebab pertumbuhan sel tubuh yang abnormal itu tidak diketahui secara pasti. Jika menyerang suatu organ tubuh, sel kanker akan berkembang biak dan merusak sel-sel tubuh yang normal dengan sangat cepat (Ramadhan, 2007)
Penyakit kanker merupakan penyakit ke-2 terbesar di dunia setelah penyakit jantung yang menyebabkan kematian, sedangkan di Indonesia pada urutan ke-6. Kanker payudara mempunyai andil yang besar dalam kematian wanita. Insidensi kanker payudara di Asia berkisar 20 kasus baru di antara 100.000 penduduk. Adapun di negara maju, yaitu 100 kasus per 100.000 penduduk dan sekitar 40.000 akan meninggal akibat penyakit ini.4 Di Indonesia, dari 10 jenis kanker, kanker payudara menduduki peringkat kedua yang paling sering dialami wanita setelah kanker mulut rahim (Kusminarto, 2006).
Menurut Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan, jenis penyakit kanker yang paling banyak terjadi di Indonesia masih kanker payudara dan kanker leher rahim. Berdasar data Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) 2007, kejadian kanker payudara sebanyak 8.227 kasus atau 16,85 persen dan kanker leher rahim 5.786 kasus atau 11,78 persen (Aninomous1, 2006).
Sedangkan menurut estimasi Globocan IARC tahun 2002, insidens kanker payudara adalah 26 per 100.000 perempuan dan kanker leher rahim 16 per 100.000 perempuan. Pusat Kanker Payudara Jakarta (Jakarta Breast Cancer) sampai sekarang telah menangani lebih dari 900 pasien kanker payudara dan lebih dari 10 ribu pasien dengan benjolan di payudara. Sekitar 13 persen benjolan payudara yang berobat, ternyata kemudian dipastikan kanker, artinya tidak semua benjolan payudara disebabkan kanker. Untuk Amerika, pada tahun 2007, diperkirakan ada 178.480 pasien baru kanker payudara, dan yang meninggal karena kanker payudara pada tahun 2007 sekitar 40.460 orang (Gustia, 2010 ).
Jumlah penderita kanker payudara di seluruh dunia terus mengalami peningkatan, baik pada daerah dengan insiden tinggi di negara barat maupun pada insiden rendah seperti di banyak daerah di Asia. Angka insiden tertinggi dapat ditemukan pada beberapa daerah di Amerika Serikat ( di atas 100/100.000 ). Angka di bawah itu terlihat pada beberapa negara Eropa Barat ( Swiss 73,5/100.000 ). Untuk Asia, masih berkisar antara ( 10-20/100.000 ) (Tim Penanggulangan & Pelayanan Kanker Payudara Terpadu Paripurna R.SKanker Dharmais, 2003).
Yang menarik, angka ini ternyata akan berubah bila populasi dari daerah dengan insiden rendah melakukan migrasi ke daerah yang insidennya lebih tinggi, suatu bukti adanya peran faktor lingkungan pada proses terjadinya kanker payudara. Faktor insiden usia bergerak naik terus sejak usia 30 tahun (Tim Penanggulangan & Pelayanan Kanker Payudara Terpadu Paripurna R.SKanker Dharmais, 2003)
Menurut The American Cancer Society, terdapat setidaknya 2000 diagnosa penyakit kanker yang diderita oleh kaum adam setiap tahunnya. Lembaga tersebut juga mencatat rata-rata 450 orang pria meninggal setiap tahun akibat penyakit ini. Hal ini tentu menjadi mimpi buruk bagi para pria yang umumnya terlambat mengetahui penyakit ini. Maka, ada baiknya bagi pria untuk mengenal dan mewaspadai kanker payudara.( Aninomous2, 2010)
Dari beberapa sumber diatas dapat dijelaskan bahwa kanker payudara merupakan penyakit mematikan yang menjadi momok bagi setiap orang baik pria maupun wanita di semua belahan dunia. Oleh karena itu penulis merasa penting untuk mengangkat masalah ini dan memperkenalkan ke khalayak agar bisa mengetahui apa itu penyakit kanker payudara.

B.           Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka permasalahan yang akan dibahas dalam makalah ini adalah apa itu penyakit kanker payudara dan bagaimana cara menanggulanginya?

C.          Batasan Masalah
Agar pembahasan masalah tidak terlalu melebar maka penulis membatasi masalah hanya pada ruang lingkup seluk beluk penyakit kanker payudara dan bagaimana cara menanggulanginya.

D.          Tujuan Penulisan
1.            Untuk mengetahui seluk beluk penyakit kanker payudara
2.            Untuk mengetahui bagaimana bagaimana cara menanggulangi kanker payudara

E.           Manfaat Penulisan
Adapun kegunaan dalam penelitian ini  yaitu :
1.            Sebagai bahan masukan bagi mahasiswa tentang seluk beluk penyakit kanker payudara dan bagaimana cara menanggulanginya.
2.            Bagi penulis merupakan untuk memperdalam pengetahuan dan keilmuan mata kuliah Seminar  Biologi.


BAB II
PEMBAHASAN


A.          Tinjauan Umum Kanker
1.            Pengertian Kanker
Menurut Lodish et al dalam Ramadhan (2007) Kanker adalah segolongan penyakit yang ditandai dengan pembelahan sel yang tidak terkendali dan kemampuan sel-sel tersebut untuk menyerang jaringan biologis lainnya, baik dengan pertumbuhan langsung di jaringan yang bersebelahan (invasi) maupun dengan migrasi sel ke tempat yang jauh (metastasis). Pertumbuhan yang tidak terkendali tersebut disebabkan oleh kerusakan DNA dan menyebabkan mutasi di gen vital yang mengontrol pembelahan sel pada jaringan dan organ.
Kanker juga berarti suatu penyakit yang disebabkan oleh pertumbuhan sel-sel jaringan tubuh yang tidak normal. Sel-sel kanker akan berkembang dengan cepat, tidak terkendali, dan akan terus membelah diri, selanjutnya menyusup ke jaringan sekitarnya (invasive) dan terus menyebar melalui jaringan ikat, darah, dan menyerang organ-organ penting serta syaraf tulang belakang. Sel kanker akan membelah terus meskipun tubuh tidak memerlukannya, sehingga akan terjadi penumpukan sel baru yang disebut tumor ganas. Penumpukan sel tersebut mendesak dan merusak jaringan normal, sehingga mengganggu organ yang ditempatinya (Aninomous3, 2005).
Dari kedua pendapat di atas dapat dikatakan bahwa kanker merupakan sebuah penyakit akibat pembelahan sel yang tidak terkendali sehingga mengganggu organ pada tempat tumbuhnya sel tersebut.
Dalam keadaan normal, sel hanya akan membelah diri jika ada penggantian sel-sel yang telah mati dan rusak.. Kanker dapat terjadi diberbagai jaringan dalam berbagai organ di setiap tubuh, mulai dari kaki sampai kepala. Bila kanker terjadi di bagian permukaan tubuh, akan mudah diketahui dan diobati. Namun bila terjadi didalam tubuh, kanker itu akan sulit diketahui dan kadang - kadang tidak memiliki gejala. Kalaupun timbul gejala, biasanya sudah stadium lanjut sehingga sulit diobati.
Lodish et al dalam Ramadhan (2007) mengatakan bahwa sel kanker timbul dari sel tubuh yang normal, tetapi mengalami transformasi atau perubahan menjadi ganas oleh bahan-bahan yang bersifat karsinogen (agen penyebab kanker) ataupun karena mutasi spontan. Transformasi sejumlah gen menjadi gen mutan disebut neoplasma atau tumor. Neoplasma merupakan jaringan abnormal yang terbentuk akibat aktivitas proliferasi yang tidak terkontrol (neoplasia). Sel neoplasma mengalami perubahan morfologi, fungsi, dan siklus pertumbuhan, yang pada akhirnya menimbulkan disintegrasi dan hilangnya komunikasi antarsel.
Sifat umum dari kanker ialah Sel kanker tidak mengenal program kematian sel yang dikenal dengan nama apoptosis. Protein p53 mampu mencegah replikasi dari DNA yang rusak pada sel normal dan mendorong penghancuran sendiri dari sel yang mengandung DNA yang tidak normal. Mutasi dari gen p53 menyebabkan proliferasi dan transformasi sel menjadi kehilangan kendali (Sofyan, 2000).
Hanahan dan Weinberg dalam Ramadhan (2007) mengatakan sifat umum dari sel kanker yang membedakannya dengan sel normal antara lain:
a.             Sel kanker tidak mengenal komunikasi ekstraseluler atau asosial. Komunikasi ekstraseluler diperlukan untuk menjalin koordinasi antar sel sehingga mereka dapat saling menunjang fungsi masing-masing. Dengan sifatnya yang asosial, sel kanker bertindak semaunya sendiri tanpa peduli apa yang dibutuhkan oleh lingkungannya. Sel kanker dapat memproduksi growth factor sendiri sehingga tidak bergantung pada rangsangan sinyal pertumbuhan dari luar untuk melakukan proliferasi. Dengan demikian sel kanker dapat tumbuh menjadi tak terkendali.
b.            Sel kanker mampu menyerang jaringan lain (invasif), merusak jaringan tersebut dan tumbuh subur di atas jaringan lain membentuk anak sebar (metastasis). Semakin besar jangkauan metastasis tumor, kanker semakin sulit disembuhkan. Kanker pada stadium metastasis inilah yang merupakan penyebab 90% kematian penderita kanker.
c.             Untuk mencukupi kebutuhan pangan dirinya sendiri, sel kanker mampu membentuk pembuluh darah baru (neoangiogenesis) yang dapat mengganggu kestabilan jaringan tempat ia tumbuh.
d.            Sel kanker memiliki kemampuan yang tak terbatas dalam memperbanyak dirinya sendiri (proliferasi), sel kanker memiliki kemampuan tak terbatas untuk bereplikasi.

B.           Tinjauan Umum Kanker Payudara
1.            Anatomi Payudara Normal


Gambar 1. Anatomi payudara normal
Payudara (mammae, susu) adalah kelenjar yang terletak di bawah kulit, di atas otot dada. Fungsi dari payudara adalah memproduksi susu untuk nutrisi bayi. Manusia mempunyai sepasang kelenjar payudara, yang beratnya kurang lebih 200 gram, saat hamil 600 gram dan saat menyusui 800 gram (Aninomous4, 2009 ).
Setiap payudara terdiri dari 15 sampai 20 lobus dari jaringan kelenjar. Jumlah lobus tidak berhubungan dengan ukuran payudara. Setiap lobus terbuat dari ribuan kelenjar kecil yang disebut alveoli atau acini. kelenjar ini bersama-sama membentuk sejumlah gumpalan, mirip buah anggur yang merambat. Alveoli (alveolus dan acinus singular) menghasilkan susu dan substansi lainnya selama masa menyusui (Arianto, 2004).
Puting susu dan areola terletak di bagian tengah setiap payudara. Biasanya mempunyai warna dan tekstur yang berbeda dari kulit di sekelilingnya. Warnanya bermacam-macam dari yang merah muda pucat, sampai hitam dan gelap selama masa kehamilan dan menyusui. Teksturnya dapat bermacam-macam antara sangat halus sampai berkerut dan bergelombang. Puting susu biasanya menonjol keluar dari permukaan payudara.


2.            Defenisi Kanker Payudara
Kanker payudara merupakan penyakit kanker yang menyerang pada kelenjar air susu, saluran kelenjar dan jaringan penunjang payudara (Indrati dan Madenda, 2009).
Kanker payudara juga berarti sekelompok sel yang tidak normal yang terus tumbuh dan bertambah. Pada akhirnya sel-sel ini mungkin akan menjadi benjolan pada payudara. Bila kanker tidak dihilangkan atau dikontrol, maka sel-sel kanker dapat menyebar keseluruh bagian tubuh dan mungkin akan mengakibatkan kematian (www.breastscreen.health.wa.gov.au).
Sedangkan Lippman dalam Ponniah (2010) mengatakan bahwa  Kanker payudara adalah sel-sel epitel ganas proliferasi yang berjajar disaluran atau lobules payudara.
Dari ketiga kutipan diatas dapat dikatakan bahwa kanker payudara merupakan tumor ganas yang menyerang pada daerah payudara. Yakni pada kelenjar-kelenjar saluran maupun jaringan pada payudara.
3.            Penyebab Kanker Payudara
Penyebab pasti kanker payudara sampai saat ini belum diketahui. Penyebab kanker payudara termasuk multifaktorial yaitu banyak faktor yang terkait satu dengan yang lainnya. Beberapa faktor risiko yang mempengaruhi timbulnya kanker payudara adalah (Gale dkk, 2000).
a.              Usia
Risiko utama kanker payudara adalah bertambahnya usia. Berdasarkan penelitian American Cancer Society tahun 2006 diketahui usia lebih dari 40 tahun mempunyai risiko yang lebih besar untuk mendapatkan kanker payudara yakni 1 per 68 penduduk dan risiko ini akan bertambah seiring dengan pertambahan usia yakni menjadi 1 per 37 penduduk usia 50 tahun, 1 per 26 penduduk usia 60 tahun dan 1 per 24 penduduk usia 70 tahun. Kanker payudara juga ditemukan pada usia <40 tahun namun jumlahnya lebih sedikit yakni 1 per 1.985 penduduk usia 20 tahun dan 1 per 225 penduduk usia 30 tahun. Data American Cancer Society (2007) melaporkan 70% perempuan didiagnosa menderita kanker payudara di atas usia 55 (American Cancer Society, 2009).
b.             Jenis Kelamin
Kanker payudara lebih banyak ditemukan pada wanita. Pada pria juga dapat terjadi kanker payudara, namun frekuensinya jarang hanya kira-kira 1% dari kanker payudara pada wanita (Otto, 2005).
c.              Riwayat Reproduksi
Riwayat reproduksi dihubungkan dengan banyak paritas, umur melahirkan anak pertama dan riwayat menyusui anak. Wanita yang tidak mempunyai anak atau yang melahirkan anak pertama di usia lebih dari 30 tahun berisiko 2-4 kali lebih tinggi daripada wanita yang melahirkan pertama di bawah usia 30 tahun. Wanita yang tidak menyusui anaknya mempunyai risiko kanker payudara 2 kali lebih besar. Kehamilan dan menyusui mengurangi risiko wanita untuk terpapar dengan hormon estrogen terus. Pada wanita menyusui, kelenjar payudara dapat berfungsi secara normal dalam proses laktasi dan menstimulir sekresi hormon progesteron yang bersifat melindungi wanita dari kanker payudara (American Cancer Society, 2009).
d.             Riwayat Kanker Individu
Penderita yang pernah mengalami infeksi atau operasi tumor jinak payudara berisiko 3-9 kali lebih besar untuk menderita kanker payudara. Penderita tumor jinak payudara seperti kelainan fibrokistik berisiko 11 kali dan penderita yang mengalami operasi tumor ovarium mempunyai risiko 3-4 kali lebih besar (Otto, 2005).
e.              Riwayat Kanker Keluarga
Secara genetik, sel-sel pada tubuh individu dengan riwayat keluarga menderita kanker sudah memiliki sifat sebagai embrio terjadinya sel kanker. Menurut sutjipto (2000) yang dikutip oleh Elisabet T, kemungkinan terkena kanker payudara lebih besar 2 hingga 4 kali pada wanita yang ibu dan saudara perempuannya mengidap penyakit kanker payudara (Elisabeth, 2001).
f.              Menstruasi cepat dan Menopause lambat
Wanita yang mengalami menstruasi pertama (Menarche) pada usia kurang dari 12 tahun berisiko 1,7 hingga 3,4 kali lebih tinggi daripada wanita dengan menstruasi yang datang pada usia normal atau lebih dari 12 tahun dan wanita yang mengalami masa menopausenya terlambat lebih dari 55 tahun berisiko 2,5 hingga 5 kali lebih tinggi. Wanita yang menstruasi pertama di usia kurang dari 12 tahun dan wanita yang mengalami masa menopause terlambat akan mengalami siklus menstruasi lebih lama sepanjang hidupnya yang mengakibatkan keterpaparan lebih lama dengan hormon estrogen.
g.              Pajanan Radiasi
Wanita yang terpapar penyinaran (radiasi) dengan dosis tinggi di dinding dada berisiko 2 hingga 3 kali lebih tinggi.
h.             Obesitas dan Konsumsi makanan lemak tinggi
Wanita yang mengalami kelebihan berta badan (obesitas) dan individu dengan konsumsi tinggi lemak berisiko 2 kali lebih tinggi dari yang tidak obesitas dan yang tidak sering mengkonsumsi makanan tinggi lemak. Risiko ini terjadi karena jumlah lemak yang berlebihan dapat meningkatkan kadar estrogen dalam darah sehingga akan memicu pertumbuhan sel-sel kanker (Otto, 2005).
4.            Gejala Kanker Payudara
Menurut Luwia, (2003) gejala kanker payudara pada tahap dini biasanya tidak menimbulkan keluhan. Penderita merasa sehat, tidak nyeri dan tidak terganggu aktivitas sehari-hari. Satu-satunya gejala yang mungkin dirasakan pada stadium dini adalah adanya benjolan kecil dipayudara. Keluhan baru timbul bila penyakit sudah memasuki stadium lanjut, Keluhan yang dirasakan seperti : (a) Ada benjolan pada payudara bila diraba dengan tangan; (b) Bentuk dan ukuran payudara berubah, berbeda dari sebelumnya; (c) Luka pada payudara yang sudah lama, tidak sembuh dengan pengobatan; (d) Eksim pada puting susu dan sekitarnya yang sudah lama, tidak sembuh dengan pengobatan; (e) Keluar darah, nanah, atau cairan encer dari puting susu atau keluar air susu pada wanita yang tidak sedang hamil atau tidak sedang menyusui; (f) Puting susu tertarik kedalam; (g) Kulit payudara mengerut seperti kulit jeruk (Peaud de orange).
Menurut Djindarbumi dalam Ramli M, (2005) pembagian stadium disesuaikan dengan aplikasi klinik dibagi kedalam 4 stadium yaitu :
Table 1. pembagian stadium kanker payudara
Stadium I
Tumor terbatas dalam payudara, bebas dari jaringan sekitarnya, tidak ada fiksasi/infiltrasi ke kulit dan jaringan yang dibawahnya (otot). Besar tumor 1-2 cm. kelenjar getah bening regional belum teraba
Stadium II
Sesuai dengan stadium I, hanya saja besar tumor 2,5-5 cm dan sudah ada satu atau beberapa kelenjar getah bening (KGB) aksila yang masih bebas dengan diameter kurang dari 2 cm
Stadium III
Stadium IIIA
Tumor sudah meluas dalam payudara (5-10 cm) tapi masih bebas di jaringan sekitarnya, kelenjar getah bening aksila masih bebas satu sama lain
Stadium IIIB (local advanced)
Tumor sudah meluas dalam payudara (5-10 cm), fiksasi pada kulit atau dinding dada, kulit merah dan ada oedema (lebih dari 1/3 permukaan kulit payudara), ulserasi dan atau nodul satelit, kelenjar getah bening aksila melekat satu sama lain atau terhadap jaringan sekitarnya. Diameter lebih dari 2,5 cm, belum ada metastasis jauh
Stadium IV
Tumor seperti pada yang lain ( stadium I, II dan III ). Tetapi sudah disertai dengan kelenjar getah bening aksila supra-klavikula dan metastasis jauh lainnya

5.            Pencegahan dan Pengobatan Kanker Payudara
a.              Pencegahan
Sutjipto dalam  Hartati (2008) mengatakan bahwa pencegahan penyakit kanker payudara masih sulit diterapkan karena faktor penyebabnya masih dalam penelitian. Saat ini, yang dapat dicegah adalah aspek "life style" serta mengurangi faktor risiko yang memungkinkan timbulnya kanker payudara. Usaha satu-satunya untuk meningkatkan angka penyembuhan pasien kanker payudara adalah dengan mendeteksi secara dini keberadaan kanker payudara tersebut.
Adapun pencegahan penyakit kanker payudara menurut yakni terdiri dari pencegahan primer, sekunder dan tersier ( Tjahjadi, 2003; Tambunan, 1995):
Pencegahan primer adalah langkah yang dilakukan untuk menghindari diri dari berbagai faktor resiko yakni dengan cara :
1)             Mengurangi makanan yang mengandung lemak tinggi
2)             Memperbanyak aktifitas fisik dengan berolahraga.
3)             Hindari penggunaan BH yang terlalu ketat dalam waktu lama;
4)             Hindari banyak merokok dan mengkonsumsi alcohol
5)             Menghindari terlalu banyak terkena sinar x atau jenis-jenis radiasi lainnya
6)             Makanlah produk kedelai serta produk olahannya seperti tahu atau tempe. Kedelai selain mengandung flanoid yang berguna untuk mencegah kanker, juga mengandung genestein yang berfungsi sebagai estrogen nabati (phytoestrogen). Estrogen nabati ini akan menempel pada reseptor estrogen sel-sel epitel saluran kelenjar susu, sehingga akan menghalangi estrogen asli untuk menempel pada saluran susu yang akan merangsang tumbuhnya sel kanker
7)             Mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung serat. Serat akan menyerap zat-zat yang bersifat karsinogen dan lemak, yang kemudian membawanya keluar melalui feses. Serat yang dibutuhkan menurut National Cancer Institut, USA adalah 20-30 gram setiap hari.
8)             Memperbanyak mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran, terutama yang mengandung vitamin C, zat anti oksidan dan fitokimia, seperti jeruk, wortel tomat, labu, pepaya, mangga, brokoli, bayam, kangkung, kacang-kacangan dan biji-bijian.
9)             Penggunaan obat-obat hormonal harus dengan sepengetahuan dokter
10)         Wanita yang mempunyai resiko tinggi salah satu anggota keluarganya ada menderita kanker payudara, jangan menggunakan alat kontrasepsi yang mengandung hormon seperti pil, suntikan dan susuk KB.
Pencegahan sekunder merupakan langkah yang dilakukan untuk mendeteksi secara dini kelainan yang ada pada payudara, sehingga apabila kanker ditemukan masih dalam stadium dini, maka pengobatan atau penanganan yang cepat dan tepat akan memberikan hasil yang lebih baik dan hidup lebih lama. Deteksi dini dapat dilakukan dengan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) setiap bulan dan pemeriksaan mammografi sekali setahun terutama bagi wanita yang berusia 40 tahun keatas untuk mendapat panyakit kanker payudara meningkat pada umur tersebut.
Pencegahan tersier biasanya diarahkan pada wanita yang telah positif menderita kanker payudara. Penanganan yang tepat pada penderita kanker payudara sesuai dengan stadiumnya dapat mengurangi kecacatan dan memperpanjang harapan hidup penderita serta mencegah komplikasi penyakit dan meneruskan pengobatan. Tindakan pengobatan dapat berupa operasi, radioterapi, hormonal dan kemoterapi.
b.             Pengobatan
Pengobatan kanker didasarkan atas tahap penyakit dan beberapa faktor lain. Wanita saat ini mempunyai lebih banyak pilihan dalam pengobatan kanker payudara biasanya meliputi :
1)             Pembedahan
Prosedur pembedahan yang dilakukan pada wanita penderita kanker payudara tergantung pada tahap penyakit, jenis tumor, umur dan kondisi kesehatan penderita secara umum, adapun pembedahan/operasi tersebut adalah sebagai berikut: (a) Lupektomi, mengangkut tumornya saja dan jaringan-jaringan yang terkena kanker; (b) Partial atau segmental mastektomi, mengangkat tumor sepanjang berbatasan atau sebagian saja beserta jaringan normal, kulit dan jaringan pengikat; (c) Total mastektomi, mengangkat seluruh jaringan buah dada; (d) Modifikasi mastektomisecara radikal, mengangkat seluruh jaringan buah dada, simpul kelenjar getah bening diketiak dan seluruh otot yang menutupi dada; (e) Mastektomi radikal, bagian-bagian yang diangkat seperti modifikasi mastektomi secara radikal ditambah dengan jaringan sekitarnya. Metode ini jarang digunakan; (f) Pembedahan jaringan getah bening dibawah axilla, mengangkat kelenjar getah bening pada area axilla untuk kepentingan perawatan dan/atau pencegahan stadium selanjutnya.
Efek samping dari operasi ini adalah pembengkakan, kehilangan tenaga/ kekuatan, persendian kaku, mati rasa, atau perasaan gatal-gatal, pendarahan, infeksi, dan/ atau pembekuan darah (Bohme, 2001).
2)             Terapi radiasi
Terapi radiasi dapat digunakan sebagai pengobatan primer untuk kanker payudara tahap 1 dan 2 yakni dilakukan dengan sinar-X dengan intensitas tinggi untuk membunuh sel kanker yang tidak terangkat saat pembedahan (Gale, 1999).
3)             Terapi Sistemik
Menurut Lincoln, (2008) metode perawatan ini meliputi kemoterapi yang digabungkan dengan perawatan lokal untuk kanker payudara stadium III dan stadium IV. Disaat memutuskan apakah wanita yang terkena kanker payudara harus diberikan terapi sistemik lanjutan atau tidak, faktor-faktor berikut perlu kiranya dipertimbangkan : (a) Resiko kambuhnya penyakit kanker payudara; (b) Keuntungan potensial dari pengobatan tersebut; (c) Resiko-resiko yang berhubungan dengan pengobatan; (d) Kemauan pasien untuk menerima pengaruh pengobatan yang berimbang dengan manfaat yang dirasakan.
4)             Kemoterapi
Kemoterapi menggunakan agen antineoplasma dan obat hormonal yang di gunakan pada tahap awal atau pun tahap lanjut penyakit (tidak dapat lagi dilakukan pembedahan). Obat kemoterpi bisa digunakan secara tunggal atau dikombinasikan. Salah satu diantaranya adalah Capecitabine, obat anti kanker oral yang diaktifasi oleh enzim yang ada pada sel kanker, sehingga hanya menyerang sel kanker saja. Efek-efek samping yang mungkin timbul dari kemoterapi adalah rambut rontok, mual, diare, berat badan menurun, mulut kering dan mandul.


BAB III
PENUTUP


A.           Kesimpulan
1.             kanker payudara merupakan penyakit mematikan yang menjadi momok bagi setiap orang baik pria maupun wanita di semua belahan dunia.
2.             kanker merupakan sebuah penyakit akibat pembelahan sel yang tidak terkendali sehingga mengganggu organ pada tempat tumbuhnya sel tersebut. Sedangkan kanker payudara merupakan tumor ganas yang menyerang pada daerah payudara. Yakni pada kelenjar-kelenjar saluran maupun jaringan pada payudara.
6.            Penyebab Kanker Payudara karena factor Usia, Jenis Kelamin, Riwayat Reproduksi, Riwayat Kanker Individu, Riwayat Kanker Keluarga, Menstruasi cepat dan Menopause lambat, Pajanan Radiasi, dan Obesitas dan Konsumsi makanan lemak tinggi.
7.            Tedapat 4 stadium pada penyakit kanker yaitu stadium I, II, III, dan IV. Sedangkan Pengobatannya adalah dengan Pembedahan, Terapi radiasi, Terapi Sistemik, dan Kemoterapi.

B.            Saran
1.             Lakukan pemeriksaan dini pada payudara sendiri (SADARI) setiap bulan dan pemeriksaan mammografi sekali setahun terutama bagi wanita yang berusia 40 tahun keatas.
2.             Hindari penggunaan BH yang  terlalu ketat.
3.             Biasakan pola hidup sehat dengan berolahraga, dan mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung serat dan buah-buahan.

DAFTAR PUSTAKA


American Cancer Society. 2009. Breast Cancer Facts & Figures 2007 – 2008. http://www.cancer.org/pdf. Diakses pada tanggal 13 april 2011

Aninomous1. 2006. Kanker Payudara Dominan di Indonesia. http:// matanews .com/2010/02/04/kanker-payudara-dominan-di-indonesia/.Diakses pada tanggal  13 april 2011

Aninomous2.  2010. Duh, Kanker Payudara Bunuh 450 Pria per Tahun. http ://matanews.com/2010/05/18/450-pria-tewas-tiap-tahun-akibat-kanker-payudara/. Diakses pada tanggal 13 april 2011

Aninomous3, 2005. Penyakit Kanker. http://www.cancerhelps.com/mencegah-kanker.htm. Diakses pada tanggal 13 april 2011

Aninomous4, 2009. Anatomi dan Fisiologi Payudara.www.the-clitoris.com /indo/html/breast.htm. Diakses pada tanggal 13 april 2011

Arianto, 2004. Anatomi Payudara dan Fisiologi Laktasi. http://sobatbaru.blog spot.com/2009/02/anatomi-payudara-dan-fisiologi-laktasi.html. Diakses pada tanggal 13 april 2011

Bohme, S.G. (2001). Yang Perlu anda ketahui : Kesehatan wanita diatas 40 tahun. Jakarta: Gramedia.

Elisabeth, T., 2001. Panduan Lengkap Pencegahan dan Pengendalian Kanker Pada Wanita. Ladang Pustaka dan Intimedia, Jakarta.

Gale dkk, 2000. Rencana Asuhan Keperawatan Onkologi. Penerbit Buku Kedokteran, EGC, Jakarta

Gustia, I. 2010. Penderita Kanker Payudara Menurun, Kanker Rahim Melonjak http://health.detik.com/read/2010/02/04/112503/1292721/763/penderita-kanker-payudara-menurun-kanker-rahim-melonjak. Diakses pada tanggal 13 april 2011

Hartati, A.Suci. 2008. Konsep Diri Dan Kecemasan Wanita Penderita Kanker Payudara Di Poli Bedah Onkologi Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan. Skripsi Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Medan

Indrati1, A. Madenda, S. 2009. Ekstraksi Fitur Bentuk Tumor Payudara. Makalah Seminar. Disajikan pada Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi. Yogyakarta.

Joomla, 2010. Kanker Payudara Ancam Bali Satu dari 30 Wanita di Indonesia. http://www.cybertokoh.com. Diakses pada tanggal 13 april 2011

Kusminarto, 2006. Deteksi sangat dini kanker payudara: jawaban untuk menghindar. Http://www.depkes.go.id/index.php. Diakses pada tanggal 13 april 2011

Luwia, M. 2003. Problematika dan keperawatan payudara. Cetakan I. Jakarta: Kawan Pustaka.

Lincoln, J & Wilensky. (2008). Kanker payudara, diagnosis dan solusinya. Cetakan I. Jakarta: Prestasi Pustakarya.

Otto, S., E, Budi Jane F (Alih Bahasa), 2005. Buku Saku Keperawatan Onkologi. Penerbit Buku Kedokteran, EGC, Jakarta

Ponniah, Geethamalar. 2010. Prevalensi Kanker Payudara Pada Wanita Berdasarkan Usia dan Jenis Histopatologi Di RSUP H.Adam Malik Medan Tahun 2009. Skripsi Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Medan

Ramadhan, A.E. 2007. Potensi Jahe (Zingiber officinale Rosc.) Sebagai Obat Anti-kanker  Sub-Tema : Daya Saing, Keunggulan dan Penguasaan IPTEKS  Kekayaan alam : pengolahan dan nilai tambah. Artikel ilmiah. Universitas Diponegoro Semarang . RSO Semarang.

Ramli, M. (et al). 2005. Deteksi Dini Kanker. Jakarta: FKUI

Sofyan, R. 2000. Terapi Kanker pada Tingkat Molekuler. Cermin Dunia Kedokteran. Jakarta.

Tambunan, G.W. (1995). Diagnosa dan tatalaksana 10 jenis kanker di Indinesia. Cetakan III. Jakarta: EGC.

Tjahjadi, V. 2003. Kanker Payudara. Dikutip dari http://bima.ipb.ac.id/-anita/Kanker_Payudara.htm buka tanggal24Juli2008.

www.breastscreen.health.wa.gov.au, tanpa tahun. Lembaran Fakta -Informasi Umum. Diakses pada tanggal 13 april 2011

maaf jika terjadi ada pengutipan pada isi makalah tanpa/lupa mencantumkan referensi. tulisan ini dibuat sewaktu masih kuliah dan diposting untuk menambah pengetahuan kita semua, semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar